Persiapan Keuangan Memasuki Ramadhan


Bulan Ramadhan kali ini diperkirakan akan memasuki masa yang lebih berat dibandingkan dengan sebelumnya. Pasalnya, efek dari pandemi corona begitu terasa hingga mempengaruhi perekonomian secara nasional.

Itulah mengapa kita perlu menyiapkan diri dalam menghadapi ketersediaan dan stabilitas komoditas pangan. Upayakan untuk mencari cara bagaimana tetap bisa bertahan di tengah kondisi krisis,termasuk dalam menyiasati pinjaman uang dalam kondisi darurat agar bisa melewati Ramadhan tanpa harus nombok banyak.
Nah, ada beberapa tips persiapan keuangan jelang memasuki Ramadhan yang bisa disimak dalam ulasan berikut ini:

1. Atur keuangan, atur pengeluaran

Kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya prinsip sederhana dalam mengatur keuangan adalah mengatur pengeluaran. Ibarat sebuah teko, semakin tinggi teko dituangkan, semakin cepat pula isi di dalamnya akan habis.

Logika sederhananya, mengatur pengeluaran keuangan tidak bisa dituangkan dengan cepat, tetapi dituangkan dengan pelan-pelan sehingga isi di dalamnya pun tidak cepat habis sehingga bisa cukup untuk periode yang diharapkan yaitu selama bulan Ramadhan.

2. Catat semua pengeluaran Ramadan 

Supaya pengeluaran terkontrol, ada keseimbangan antara rencana dan pengeluaran secara faktual. Sehingga bisa dikonfirmasi di mana pengeluaran yang paling banyak dalam perjalanannya nanti. Kita bisa saja mengatur langkah agar bisa lebih lambat. Artinya saat pengeluaran terlalu besar, harus ada yang disetop di tengah perjalanan. 

Inilah pentingnya pencatatan dalam pengeluaran skala rumah tangga sekalipun. Hanya dengan cara inilah kita bisa melakukan pengaturan keuangan dengan benar. Karena semua uang yang dikeluarkan bisa ditelusuri porsi dan bagiannya masing-masing agar bisa ditinjau ulang efisiensi dan efektifitasnya bagi keluarga.

3. Menunda mudik untuk keselamatan bersama

Kejadian ini sangat mirip dengan di Tiongkok. Ketika pandemi korona mulai melanda menjelang hari raya Imlek, banyak warga yang akhirnya tidak mudik alias menetap di rumah untuk memutus mata rantai penularan.

Mungkin inilah langkah yang paling tepat, karena jika kita berada di dalam zona merah pandemi penyebaran virus corona, sekalipun tidak merasa sakit atau tidak dianggap positif corona, tetapi bisa menjadi pembawa virus untuk warga di kampung halaman.

4. Investasi jangka panjang

Kondisi perlambatan ekonomi biasanya memiliki sisi terang bagi investor. Investor umumnya akan memborong beberapa saham blue chip atau saham yang memiliki kapitalisasi tinggi dengan harga yang rendah. Di saat itulah kesemaptan kita juga untuk mengalokasikan sisa dana untuk investasi jangka panjang seperti dengan cara menabung saham.

5. Saatnya renovasi rumah

Salah satu kebiasaan yang umumnya dilakukan oleh semua warga di berbagai penjuru nusantara menjelang Ramadhan adalah mempercantik rumah dengan mengecat, dan memperbaiki bagian-bagian rumah yang sudah lapuk.

Momen menjelang Ramadhan inilah biasanya anggaran bulanan bisa dipangkas dan dapat dialokasikan untuk renovasi rumah. Jika pada perjalannya justru kekurangan dana seperti bahan material yang juga ikut melambung tinggi, kamu tetap bisa melakukan renovasi terutama untuk beberapa bagian yang mendesak.

Ada pinjaman dengan cicilan ringan dari Kredivo. Bunganya 2,95 persen per bulan dengan pilihan tenor 3 dan 6 bulan. Nantinya pinjaman akan dikenai biaya admin di muka, hanya sekali saja sebesar 6 persen. 

Kredivo sudah terdaftar di OJK lho, sehingga kamu tidak perlu khawatir dengan anggapan fintech nakal yang meresahkan warga. Karena pada kenyataannya fintech legal ini selalu berada dalam pengawasan OJK.

Nah, jika kamu tertarik untuk mengajukan pinjaman uang lewat Kredivo, semua bisa dilakukan hanya lewat aplikasinya saja. Jangan lupa daftar sebagai premium member untuk mendapatkan kemudahan pinjaman uang dari Kredivo dengan langkah mudah.



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Label